Waktu itu, entah tanggal berapa, tepatnya aku lupa. Maklumin aja yak, udah efek umur mungkin yang tua. Tapi gapapa, yang terpenting ada beberapa hal yang ku inget, sehingga aku bisa menyampaikan ke kalian.
Aku masih ingat beberapa point
1. Tentang menulis Bp Supardi Djoko Darmono tidak begitu mematok referensi dari siapa, yang penting kita harus sering membaca.
2. Tentang penggunaan kalimat gaul, beliau mengakui memang mengikuti perkembangan zaman, dan kata beliau harusnya kamus KBBI juga perlu pembaharuan.
3. Beliau juga bilang bahwa sejatinya kalau kita menulis kita harus punya gaya kepenulisan sendiri, yang membuat kita beda dari yang lain.
4. Beliau bilang bahwa karya buku yang difilmkan sejatinya tidak mengurangi esensi dari buku itu, justru akan menambah daya tarik si buku
5. Beliau bilang bahwa kesalahan saat orang meresensi buku adalah membandingkan buku yang masih dalam bentuk cetakan buku dengan buku yang sudah difilmkan, karena seharusnya membandingkan itu harus sebanding
Nah itu, gais semoga bermanfaat dalam dunia kepenulisan
Aku masih ingat beberapa point
1. Tentang menulis Bp Supardi Djoko Darmono tidak begitu mematok referensi dari siapa, yang penting kita harus sering membaca.
2. Tentang penggunaan kalimat gaul, beliau mengakui memang mengikuti perkembangan zaman, dan kata beliau harusnya kamus KBBI juga perlu pembaharuan.
3. Beliau juga bilang bahwa sejatinya kalau kita menulis kita harus punya gaya kepenulisan sendiri, yang membuat kita beda dari yang lain.
4. Beliau bilang bahwa karya buku yang difilmkan sejatinya tidak mengurangi esensi dari buku itu, justru akan menambah daya tarik si buku
5. Beliau bilang bahwa kesalahan saat orang meresensi buku adalah membandingkan buku yang masih dalam bentuk cetakan buku dengan buku yang sudah difilmkan, karena seharusnya membandingkan itu harus sebanding
Nah itu, gais semoga bermanfaat dalam dunia kepenulisan
Komentar
Posting Komentar