Langsung ke konten utama

Postingan

Hidup Sehat, Mulai dari Kebiasaan Sehat Saat Pandemi

  Hidup Sehat, Mulai dari Kebiasaan Sehat Saat Pandemi Oleh : Fenty Mustikasari (@hi.tyta) Tahukah Anda jika lingkungan yang bersih dan sehat, tidak hanya membawa dampak baik untuk   kesehatan kita secara psikis, namun juga kesehatan mental ? Bukan saja kita, pastinya Anda tidak mau melihat orang-orang terdekat dan orang-orang yang Anda sayang justru sakit akibat imbas kondisi lingkungan yang kotor. Apalagi di era Pandemi ini, meskipun pemerintah telah mengupayakan dan menggalakan vaksin hingga bagian terkecil seperti pemukiman pedalaman yang jarang penduduk sekalipun, bukan berarti kita abai terhadap budaya bersih dan sehat. Hal ini nyatanya virus Covid-19   belum sepenuhnya pergi dari muka bumi. Kondisi Lingkungan Saat Ini Upaya peredaman virus Covid-19 bisa dimulai dari diri Anda, kemudian ajaklah orang-orang di sekeliling Anda untuk melakukan hal yang sama, cara sederhananya yaitu dengan menjaga kebersihan. Menciptakan lingkungan yang bersih dan ...
Postingan terbaru
Review Terminal Kepiting Solo  Jadi beberapa waktu lalu aku diajak teman untuk mencicipi makanan, hitung-hitung untuk refreshing dari beberapa tugas yang buat kepala pening. Maka, akhirnya aku dan teman memutuskan untuk kulineran di Solo, kita berangkat tidak hanya berdua, melainkan berempat, biar tambah seru dan rame. Piliihan lokasi jatuh pada Terminal Kepiting Solo. 1. Ngicipin rasa Seafood dengan cara unik dan berbeda Ketika sampai pada lokasi, kita memilih menu masakan yaitu paket. Paket terdiri dari kepiting,udang, cumi, kerang hijau. Selanjutnya aku mau jelasin soal tastenya nih, ga afdol rasanya kalau review makanan tanpa membahas soal taste atau rasa. Berhubung kita memilih varian yang tidak memakai cabai, maka memang tidak pedas. Dari segi tingkat kematangan daging seafood menurut aku sudah pas jadi masih terasa tekstur seafoodnya. Aku paling suka sama cuminya, karena daging cuminya matangnya bisa pas, dan kenyal. Udangnya juga terasa crispy walau bukan digoren...

Pesan dari Bapak Supardi Djoko

Waktu itu, entah tanggal berapa, tepatnya aku lupa. Maklumin aja yak, udah efek umur mungkin yang tua. Tapi gapapa, yang terpenting ada beberapa hal yang ku inget, sehingga aku bisa menyampaikan ke kalian. Aku masih ingat beberapa point 1. Tentang menulis Bp Supardi Djoko Darmono tidak begitu mematok referensi dari siapa, yang penting kita harus sering membaca. 2. Tentang penggunaan kalimat gaul, beliau mengakui memang mengikuti perkembangan zaman, dan kata beliau harusnya kamus KBBI juga perlu pembaharuan. 3. Beliau juga bilang bahwa sejatinya kalau kita menulis kita harus punya gaya kepenulisan sendiri, yang membuat kita beda dari yang lain. 4. Beliau bilang bahwa karya buku yang difilmkan sejatinya tidak mengurangi esensi dari buku itu, justru akan menambah daya tarik si buku 5. Beliau bilang bahwa kesalahan saat orang meresensi buku adalah membandingkan buku yang masih dalam bentuk cetakan buku dengan buku yang sudah difilmkan, karena seharusnya membandingkan itu harus seba...

Bercengkrama Setengah Hari

Sabtu, 14 April 2018 disaat para sejoli sibuk menelfoni gebetannya untuk mengajak liburan, katanya sih biar romantis, sedangkan jomblo yang kayak saya memutuskan pertemuan dengan seseorang “cewek” , jangan salah sangka bukan gebetan hehehe, dia teman saya. Inda, seorang teman yang saya kenal dari sebuah organisasi dikampus, sayangnya bukan di warung burjo, yalah kalau di warung burjo mungkin tak sekedar kenalan tapi traktiran. seperti orang kantoran atau pejabat, janjian kita memang didasari suatu kepentingan. Kepentingan untuk mencari alat-alat dapur, mangkok-gelas-piring (cuman kurang nasi lauk pauk ). Tempat yang ditujupun strategis, ga perlu mahal, gini-gini keluar modal, dan itu adalah Sarde jangan tambah huruf n nanti jadinya masakan ikan kaleng, uh gurih-gurih lezat.  *** SARAPAN *** Di awali sarapan pagi, sekitar pukul 10.00, disertai rasa lapar dan kebingungan makan dimana, kalau saya bilang ke Inda, yang nasinya lumayan banyak aja, maklum kalau siang ususnya ...

Antara Saya dan Boy Candra

Hai reader , teruntuk para penggemarnya Boy Candra, saya menulis ini bukan berarti sedang menyalakan kompor di mata kalian yang melihat judul ini, karena saya takut akan membuat perasaan kalian meledak, kayak gas elpiji warna ijo yang sering digembor-gemborkan karena telah berhasil melahab rumah sehingga para warga menangis, dan saya tak ingin membuat kalian menangis. Tahu nggak kenapa, karena saya tak punya tisu, silahkan kalian beli di indomart atau warung terdekat hehe. Antara Saya dan Boy Candra ? pasti judulnya nyeleneh gitu, gapapa kan sekali-kali, nyeleneh asalkan fakta. Alhamdulilah kalau dibaca Boy Candra, kalau nggak saya lilo legowo.  Jadi ada apa diantara saya dan Boy Candra ? Dengerin dulu, saya mau cerita.. Ceritanya waku itu saya mengikuti acara meet and great di sebuah toko buku yang berada di sebuah kota, yang menahan saya untuk sebuah buku diktat gelar, sebut saja toko itu bernama Togamas. Malam-malam saya berangkat, sendirian, maklum saya belum ...