Belajar dari Sebuah film One Find Day
Entah, kenapa hari ini aku sengaja memulai menulis dalam blog yang telah usang dan berkarat ini, bahkan ketika patah hati telah terjadi dan kehilangan akan sosok teman, harusnya ku tulis, namun tak ku segerakan, ah biarkan saja..
aku akan menulisnya jika aku kuat
ada kata-kata yang menggelitik di film itu, ada kata-kata intinya
manusia itu memiliki dua sisi, sisi yang menuruti apa kata orang lain, kedua sisi menuruti hatinya, dan kata Bara alias mahesa di film "Aku adalah sisi yang menuruti hati, aku memperjuangkan yang intinya menjadi passion aku. "
Bara/Mahesa juga bilang bahwa intinya hidup itu layaknya kamera saat motret, kalau punya keinginan ya bidik sampai dapat dengan bagus, kalau susah cari object baru untuk dibidik, usahakan jangan sampai lepas (bidikkannya)
Jadi ingat ya, kalau sebenarnya aku punya mimpi yang menurut aku itu beda banget sama apa yang udah aku dapet sekarang, ya impian itu bersumber dari passion aku,
tapi aku ingin mengejar passion aku menjadi impian yang hidup, bukan sekedar omongan walaupun aku paham untuk memperjuangkannya aku harus memulai dari enol lagi.
Berkat film ini juga sempat kepikiran, bagaimana kalau aku juga membuat video buat seseorang yang membuat saya menjadi kagum, hehehe, Beda lah sama Bara/Mahesa di One Find Day, yang berani terang-terangan memperjuangkan ke Alana, pacar Danu
ya sekalipun pembuat kekaguman itu Single, tetap sajalah aku masih suka ngumpet, kayak pecundang wkwk kalau bahas soal yang nyangkut sama wafer ati, alias bafer
Surakarta , 19 Oktober 2017
Entah, kenapa hari ini aku sengaja memulai menulis dalam blog yang telah usang dan berkarat ini, bahkan ketika patah hati telah terjadi dan kehilangan akan sosok teman, harusnya ku tulis, namun tak ku segerakan, ah biarkan saja..
aku akan menulisnya jika aku kuat
ada kata-kata yang menggelitik di film itu, ada kata-kata intinya
manusia itu memiliki dua sisi, sisi yang menuruti apa kata orang lain, kedua sisi menuruti hatinya, dan kata Bara alias mahesa di film "Aku adalah sisi yang menuruti hati, aku memperjuangkan yang intinya menjadi passion aku. "
Bara/Mahesa juga bilang bahwa intinya hidup itu layaknya kamera saat motret, kalau punya keinginan ya bidik sampai dapat dengan bagus, kalau susah cari object baru untuk dibidik, usahakan jangan sampai lepas (bidikkannya)
Jadi ingat ya, kalau sebenarnya aku punya mimpi yang menurut aku itu beda banget sama apa yang udah aku dapet sekarang, ya impian itu bersumber dari passion aku,
tapi aku ingin mengejar passion aku menjadi impian yang hidup, bukan sekedar omongan walaupun aku paham untuk memperjuangkannya aku harus memulai dari enol lagi.
Berkat film ini juga sempat kepikiran, bagaimana kalau aku juga membuat video buat seseorang yang membuat saya menjadi kagum, hehehe, Beda lah sama Bara/Mahesa di One Find Day, yang berani terang-terangan memperjuangkan ke Alana, pacar Danu
ya sekalipun pembuat kekaguman itu Single, tetap sajalah aku masih suka ngumpet, kayak pecundang wkwk kalau bahas soal yang nyangkut sama wafer ati, alias bafer
Surakarta , 19 Oktober 2017
Komentar
Posting Komentar