Rahasia
Bernostalgia pada hal yang masih menjadi kesunyian
Hingga sampai kapan mulut kita mengatup dan terkunci rapat-rapat
Melihat seolah tak ada cela sesuatu padahal sesungguhnya ada yang harus dipecahkan
Aku atau kamu sebenarnya bantas untuk berbicara sesuatu
Namun pikiran kita tak pernah setuju
Maka tindak itu pun tiada pernah terjadi
Mataku kelu Matamupun tiada berbeda
Seperti ada yang kita sembunyikan dibalik bola mati ini
Namun masih saja berberat langkah Walau kita berbalik arah, tetap saja masih tertutup bukan
Karena kita memang tiada ingin membuka pintu-pintu itu
Pintu-pintu yang biasa disebut pintu kesunyian
Yang berisi hal besar, mungkin lebih besar dari pemikiran kita
Dibelakang sisi jahitan kain, tanganku mengepal,
Tanganmu pun terlihat sama
Ada sesuatu yang ingin ditunjukan
Lalu berpindah didepan sisi jahitan kain
Kini ku kepalkan tanganku dihadapanmu
Posisimu kini menyemaiku
Hebat, tangan kita berada di posisi yang sama
Sungguh Seimbang
Karena itu pula, kita menyerah
Membuka perlahan kepalan ini, dan ternyata kosong
Sepertinya sesuatu itu telah menghilang
Bisa pula berpindah tempat
Kita memang tak benar-benar menyerah
Hanya saja, masih lihai menyembunyikan

Komentar
Posting Komentar