MAKALAH
HAKIKAT PENDIDIKAN
KEBUTUHAN DAN PANDANGAN MANUSIA
Anggota :
1. Anggita Ayuningtyas (K6414008)
2. Evi Nur Lia Sari (K6414023)
3. Fenty Mustikasari (K6414024)
4. Lani Apriani Adisuria (K6414034)
5. Nuuruddin Asyhari (K6414041)
6. Obed Adi Nugroho (K6414042)
FKIP PPKN
TAHUN AKADEMIK 2014/2015
KATA PENGANTAR
Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik karena adanya dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kelancaran kepada kami dalam pembuatan makalah ini.
2. Drs. Ngadino Y, Mpd. selaku Dosen Ilmu Pendidikan yang telah membantu membimbing kami dalam pembuatan makalah ini.
3. Orang tua , teman - teman dan pihak – pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini.
Kami menyadari bahwa penulisan karya tulis ilmiah ini, masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Akhirnya kami berharap agar karya ilmiah ini, memberikan manfaat bagi masyarakat sekolah khususnya dan masyarakat umum. Atas partisipasinya kami ucapkan terima kasih.
Surakarta, 18 September 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan dan manfaat Penulis
1.4 Metodologi Penulisan
BAB 2. ISI
2.1 Hakikat Pendidikan
2.2 Kebutuhan Pendidian
2.3 Pandangan Pendidikan
BAB 3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Kita tahu bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia , peran pendidikan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia supaya manusia bisa survive dalam tantangan zaman.
Terkadang banyak orang , khususnya para pendidik dan calon pendidik, yang tidak mengetahui tentang hakekat pendidikan. Karena itu benarlah jika dikatakan bahwa setiap orang yang terlibat dalam dunia pendidikan sepatutnya merenungkan dan memahami tentang hakekat pendidikan, dan merefleksikan ditengah-ditengah tindakan atau aksi sebagai hasil refleksinya.
Melihat permasalahan tersebut, kami menyusun makalah ini yang bertemakan”Hakekat Pendidikan,Kebutuhan dan Pandangan Manusia”.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa arti dari hakIkat pendidikan ?
2. Mengapa manusia membutuhkan pendidikan ?
3. Bagaimana pandangan manusia terhadap pendidikan ?
1.3 Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan ini adalah :
1. Menjelaskan pengertian dari hakikat
2. Menjelaskan kebutuhan manusia terhadap pendidikan
3. Menjelaskan pandangan manusia terhadap pendidikan
1.4 Manfaat Manfaat yang dapat kita peroleh dari penulisanadalah :
1 Mengetahui pengertian dari hakikat
2 Mengetahui tentang kebutuhan manusia terhadap pendidikan
3 Mengetahui pandangan manusia terhadap pendidikan
1.5 Metodologi
Dalam penulisan Makalah ini, metodologi penelitian yang digunakan adalah :
• Studi pustaka yaitu dengan mencari referensi dari buku-buku yang berkaitan dengan penulisan karya tulis ini.
• Penjelajahan internet yaitu dengan mencari beberapa informasi di mesin pencari yang tidak penulis dapatkan dari buku-buku.
BAB II
ISI
Hakikat pendidikan itu dapat dikategorisasikan dalam dua pendapat yaitu: pendekatan epistemologis dan pendekatan ontologi atau metafisik. Kedua pendekatan tersebut tentunya dapat melahirkan jawaban yang berbeda-beda mengenai apakah hakikat pendidikan itu.
Di dalam pendidikan epistemologis yang menjadi masalah adalah akar atau kerangka ilmu pendidikan sebagai ilmu. Pendekatan tersebut mencari makna pendidikan sebagai ilmu yaitu mempunyai objek yang akan merupakan dasar analisis yang akan membangun ilmu pengetahuan yang disebut ilmu pendidikan.
Dari sudut pandang pendidikan dilihat sebagai sesuatu proses yang interen dalam konsep manusia. Artinya manusia hanya dapat dimanusiakan melalui proses pendidikan. Dengan demikian hakikat pendidikan adalah sangat ditentukan oleh nilai-nilai, motivasi dan tujuan dari pendidikan itu sendiri.
Maka hakikat pendidikan dapat dirumuskan sebagi berikut :
1. Pendidikan merupakan proses interaksi manusiawi yang ditandai keseimbangan antara kedaulatan subjek didik dengan kewibawaan pendidik.
2. Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik menghadapi lingkungan yang mengalami perubahan yang semakin pesat;
3. Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat.
4. Pendidikan berlangsung seumur hidup, Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu.
Berbagai pendapat mengenai hakikat pendidikan dapat digolongkan atas dua kelompok besar yaitu : Pendekatan reduksionisme
Pendekatan-pendekatan reduksionisme melihat proses pendidikan peserta didik dan keseluruhan termasuk lembaga-lembaga pendidikan, menampilkan pandangan ontologis maupun metafisis tertentu mengenai hakikat pendidikan. Teori-teori tersebut satu persatu sifatnya mungkin mendalam secara Vertikal namun tidak melebar secara horizontal. Peserta didik, anak manusia, tidak hidup secara terisolasi tetapi dia hidup dan berkembang di dalam suatu masyarakat tertentu, yang berbudaya, yang mempunyai visi terhadap kehidupan di masa depan, termasuk kehidupan pasca kehidupan.
• Pendekatan holistik integrative
• Pendekatan Redaksional Teori-teori / pendekatan redaksional sangat banyak dikemukakan di dalam khazanah ilmu pendidikan.
Dalam hal ini akan dibicarakan berbagai pendekatan reduksionaisme sebagai berikut:
1. Pendekatan pedagogis / pedagogisme
Titik tolak dari teori ini ialah anak yang akan di besarkan menjadi manusia dewasa. Pandangan ini apakah berupa pandangan nativisme schopenhouer serta menganut penganutnya yang beranggapan bahwa anak telah mempunyai kemampuan-kemampuan yang dilahirkan dan tinggal di kembangkan saja.
2.Pendekatan Filasofis / religionisme
Anak manusia mempunyai hakikatnya sendiri dan berada dengan hakikat orang dewasa. Oleh sebab itu, proses pendewasaan anak bertitik-tolak dari anak sebagai anak manusia yang mempunyai tingkat-tingkat perkembangan sendiri.
3. Pendekatan religius / religionisme
Pendekatan religius / religionisme dianut oleh pemikir-pemikir yang melihat hakikat manusia sebagai makhluk yang religius. Namun demikian kemajuan ilmu pengetahuan yang sekuler tidak menjawab terhadap kehidupan yang bermoral.
4. Pendekatan psikologis / psikologisme
Pandangan-pandangan pedagogisme seperti yang telah diuraikan telah lebih memacu masuknya psikologi ke dalam bidang ilmu pendidikan hal tersebut telah mempersempit pandangan para pendidik seakan-akan ilmu pendidikan terbatas kepada ilmu mengajar saja.
5. Pendekatan negativis / negativism
Pendidikan ialah menjaga pertumbuhan anak. Dengan demikian pandangan negativisme ini melihat bahwa segala sesuatu seakan-akan telah tersedia di dalam diri anak yang bertumbuh dengan baik apabila tidak dipengaruhi oleh hal-hal yang merugikan pertumbuhan tersebut.
6. Pendekatan sosiologis / sosiologismu
Pandangan sosiologisme cenderung berlawanan arah dengan pedagogisme. Titik-tolak dari pandangan ini ialah prioritas kepada kebutuhan masyarakat dan bukan kepada kebutuhan individu Pendidikan merupakan transfer of knowledge, transfer of value dan transfer of culture and transfer of religius yang semoga diarahkan pada upaya untuk memanusiakan manusia.
Hakikat proses pendidikan ini sebagai upaya untuk mengubah perilaku individu atau kelompok agar memiliki nilai-nilai yang disepakati berdasarkan agama, filsafat, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan.
Selain itu hakekat pendidikan juga mengarah pada asas-asas seperti :
1. asas/pendekatan manusiawi/humanistik serta meliputi keseluruhan aspek/potensi anak didik serta utuh dan bulat (aspek fisik–non fisik : emosi–intelektual ; kognitif–afektif psikomotor), sedangkan pendekatan humanistik adalah pendekatan dimana anak didik dihargai sebagai insan manusia yang potensial, (mempunyai kemampuan kelebihan – kekurangannya dll), diperlukan dengan penuh kasih sayang – hangat – kekeluargaan – terbuka – objektif dan penuh kejujuran serta dalam suasana kebebasan tanpa ada tekanan/paksaan apapun juga.
2. Asas kemerdekaan
Memberikan kemerdekaan kepada anak didik, tetapi bukan kebebasan yang leluasa, terbuka (semau gue), melainkan kebebasan yang dituntun oleh kodrat alam, baik dalam kehidupan individu maupun sebagai anggota masyarakat.
3. Asas kodrat Alam
Pada dasarnya manusia itu sebagai makhluk yang menjadi satu dengan kodrat alam, tidak dapat lepas dari aturan main (Sunatullah), tiap orang diberi keleluasaan, dibiarkan, dibimbing untuk berkembang secara wajar menurut kodratnya.
4. Asas kebudayaan;
Berakar dari kebudayaan bangsa, namun mengikuti kebudyaan luar yang telah maju sesuai dengan jaman. Kemajuan dunia terus diikuti, namun kebudayaan sendiri tetap menjadi acauan utama (jati diri).
5. Asas kebangsaan; Membina kesatuan kebangsaan, perasaan satu dalam suka dan duka, perjuangan bangsa, dengan tetap menghargai bangsa lain, menciptakan keserasian dengan bangsa lain.
6. Asas kemanusiaan; Mendidik anak menjadi manusia yang manusiawi sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk Tuhan.
Jadi pada intinya, Hakikat Pendidikan: mendidik manusia menjadi manusia sehinggah hakekat atau inti dari pendidikan tidak akan terlepas dari hakekat manusia, sebab urusan utama pendidikan adalah manusia. Wawasan yang dianut oleh pendidik tentang manusia akan mempengaruhi strategi atau metode yang digunakan dalam melaksanakan tugasnya, disamping konsep pendidikan yang dianut.
Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembentukan manusia seutuhnya.
Pada dasarnya pendidikan harus dilihat sebagai proses dan sekaligus sebagai tujuan.
Artinya proses pendidikan mempunyai visi yang jelas. Individu menjadi manusia karena proses belajar atau proses interaksi manusiawi dengan manusia lain.
Ini mengandung arti bahwa proses interaksi dalam kehidupan social menjadi salah satu panutan atau komponen pembentuk hakekat pendidikan yang dimengerti sebagai memanusiakan manusia, atau bagaiamana mengiringi manusia dalam proses pencarian ilmu pengetahuan untuk bergerak dari ketidaktahuaan menjadi paham dan yakin akan sesuatu yang di telaah/dipelajarinya, mengembangkan potensi lahirianya dan spiritual manusia sehingga yang tercipta dari proses pendidikan tersebut adalah manusia yang mampu mengembangkan potensi diri menjadi insan yang cerdas intelegensi dan spiritualnya yang mampu menghasilkan (produktif) bukan hanya mampu memakai/menghabiskan (komsumtif), membimbing akhlak manusia menjadi insan yang mampu mengaaplikasikan ilmu pengetahuannya untuk kemaslahatan/keselamatan pribadi dan umat lainnya.
Berikut ini juga dijelaskan pengertian pendidikan menurut berbagai pakar ahli diantaranya :
1. Menurut Brubacher dalam bukunya “Modern Philosophies of Education”
Pendidikan diartikan sebagai proses timbal balik dari setiap pribadi manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam, dengan teman dan alam semesta
2. Menurut Prof. Lodge dalam buku “Philosophy of Education” .
a. Dalam pengertian luas pendidikan adalah semua pengalaman, dapat dikatakan juga bahwa hidup adalah pendidikan atau pendidikan adalah hidup
b. Pengertian pendidikan secara sempit adalahp endidikan dibatasi pada fungsi tertentu di dalam masyarakat yang terdiri atas penyerahan adat istiadat (tradisi) dengan latar belakang sosialnya, pandangan hidup masyarakat itu kepada warga masyarakat generasi berikutnya
3. Ki Hadjar Dewantara, menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya.
4. Driyarkara, pendidikan : pemanusiaan manusia muda 5. UU no. 20 tahun 2003.
Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasan belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa & negara. (ps.1)
2.2 Kebutuhan akan Pendidikan bagi Manusia
Pendidikan merupakan tuntutan kebutuhan manusia, yang pada hakekatnya merupakan unsur utama yang sangat berpengaruh dalam Pembangunan Bangsa. Dengan pendidikan, manusia dapat membangun/menumbuhkan budi pekerti yang berwatak luhur, membangkitkan jiwa kesetiakawanan dan kekeluargaan serta menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa, negara dan sesama serta manusia yangbertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, Pendidikan juga bisa sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri. Manusia lahir dengan bermacam-macam potensi. Agar potensi sebagai modal dasar dapatberkembang maka perlu bantuan, bimbingan, dan pengarahan dari orang-orang yang bertanggungjawab. Pendidikan bertujuan membantu mengembangkan potensi kearah yang lebih baik. Pendidikan tidak hanya berarti penyampaian pengetahuan tetapi merekomendasikan nilai-nilai
2.3 Pandangan Manusia akan Pendidikan
Deskripsi tentang Pandangan Manusia akan suatu pendidikan, salah satunya yaitu :
1. PENDAPAT PLATO TENTANG PENDIDIKAN
Bahwa ajaran Plato tentang ada dan pengetahuan merupakan sistem yang komplit. Plato berpangkal dari yang umum (idea) untuk sampai kepada yang khusus (bermacam-macam). Itulah sebabnya maka aliran Plato disebut idealisme. Dan oleh sebab itu idea merupakan realitas, maka idealisme Plato itu disebut orang pula idealisme realistis.
Menurut Plato, pendidikan secara ontologi ialah mencari hakekat kebenaran pengetahuan yang kita miliki yaitu dengan mengunakan dunia Idea, yang mana idea kita mengerakan kita pada dunia pengalaman sehingga muncullah pengetahuan baru.
Secara Epistemologi, Plato berpendapat pendidikan ialah pengetahuan merupakan hasil dari pengetahuan akal, sehingga hakekat kebenaran serta asal pengetahuan merupakan proses dari pengetahuan akal.
Secara aksiologi, dalam pandangan Plato tentang pendidikan adalah nilai dan implikasi aksiologi di dalam pendidikan ialah pendidikannmenguji dan mengintegrasikan semua nilai tersebut di dalam kehidupan manusia dan membinanya di dalam kepribadian anak.
Karena untuk mengatakan sesuatu bernilai baik itu bukanlah hal yang mudah. Apalagi menilai secara mendalam dalam arti untuk membina kepribadian ideal.
BAB IV
MANFAAT PENDIDIKAN
Melestarikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, bangsa & negara
Mengembangkan nilai-nilai baru Jembatan masa lampau, masa kini dan masa depan
DAFTAR PUSTAKA
Tirtarahardja, Umar dan Sulo La. 1994. Pengantar Pendidikan. Jakarta : DIKTI
http://eprints.uny.ac.id90022bab%202%20-10604227179.pdf
http://perpustakaan.bappenas.go.idlontarfilefile
http://educloud.fkip.unila.ac.idindex.php...Ilmu%20PendidikanPendidikan
http://blog.umy.ac.id/teguh2010/2012/11/03/pengertian-filsafat-dan-biografi-serta-pandangan-plato-tentang-filsafat-pendidkan-dalam-tinjauan-ontologis-epistemologis-aksiologis/

Komentar
Posting Komentar