Langsung ke konten utama
 Happy Birthday To You From Distance


Hari ini adalah hari yang membahagiakan untukmu
Aku turut bahagia dari tempatku kini berada
Aku bisa melihat kau tersenyum dari kejauhan
Hanya berdoa dan berharap yang terbaik untuk dirimu

 
Maaf jika ku meninggalkanmu
Maaf jika aku berjalan
Maaf jika aku pergi
Meskipun aku tak ingin benar benar melakukannya 

 
Maaf untuk sikapku selama ini
yang mungkin menyakiti hatimu

Maaf aku tak bisa berbuat banyak 
Maaf aku tak bisa menjadi seperti yang kau harapkan
 
Tapi, aku tidak akan melupakanmu
karena kenyataannya, sulit untuk ku lakukan
Maka, aku akan membiarkan sang waktu terus berdenting 

 
Jika kelak, kita bertemu kembali,

Entah itu dalam keadaan yang sama atau tidak
Aku hanya berharap yang lebih baik
Secerah dan lebih cerah daripada yang kulakukan saat ini
Namun jika takdir berkata lain

Kita berjalan di Jalanan yang berbeda dan arah yang tak sama 
 
 

Maka aku hanya ingin kita saling mengikhlaskan 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kopi ( Bagian 1 : Barista )

Terkadang aku ingin menjadi seorang barista. Supaya aku tahu takaran manisnya kopi  Terkadang aku ingin menjadi seorang barista  Supaya aku bisa lihai menjadikan kopi lebih indah di pandang matamu  Wahai bubuk bubuk hitam pekat  sekarang aku lebih percaya kopi lebih enak rasanya Sekarang aku tahu ada yg lebih pahit dari pada kopi tanpa gula  Kopilih jatuh cinta hanya sesaat at
GADIS Seorang gadis tertatih untuk berjalan, satu persatu dipijaknya tanah yang haus akan tetes air. Menulusuri tiap lorong ruang kelas yang ada, tak dihiraukan olehnya riuh suara-suara itu,  ah tiada penting pikirnya.  Sekias ia menatap keadaan untuk menyatakan dirinya baik-baik saja, senyumnya yang lugu bahkan mampu menyembunyikan rahasia besar yang mungkin tak ingin ia ceritakan. Tak tahu pasti mengapa ia tidak ingin mengeluarkan sebuah huruf dari bibirnya. Ya, gadis itu membiarkan bibirnya terkunci rapat. Entahlah, di benaknya hanya terbesit, aib baginya untuk bercerita.  Atau pikiran lain yang mungkin melayang-layang di selaput otaknya. Mungkin ia akan membagi sebuah cerita, tapi ia tahu cerita itu takkan membiarkan bahagia justru sebaliknya. Mungkin saja itu beberapa dari sekian alasan tak ingin bercerita karena tiada mau membagi sebuah deru air mata. Sebuah pertanyaan yang belum sempat terjawab.  Sejenak ia menghentikan langkah kakinya...

Sepi Disepuluh Februari

Aku mencoba melawan waktu Tapi aku tak bisa menolak lupa  Aku mencoba memejamkan sendu  Di sepuluh februari yg ini kamu tak ada  Berpaling  Merinding diujung ujung hari  Aku takutkan, tapi tak ingin pusing  Tentang rindu yg tak terbalas hingga kini  Tentang kepergian, yg membawa ke sosok Sosok itu orang baru  Yg ku lihat, di beberapa waktu yg lalu  Lewat gambar yang dikirimkan teman padaku  Sejelas mataku memandang foto itu kamu Senyum bahagia dengan buket bunga ditangan  Untuk orang lain bukan ?  Karena untuk daku itu hanyalah angan Hai, kenangan  Kamu mungkin lupa sepuluh februari  Penting juga tidak, ya. Aku ini .. Hanya masalalu yg menolak sepi  Hai kenangan,  Mungkin yg kamu tahu saat itu 10 februari aku terlahir kembali  Tapi yg aku tahu, mungkin kini sudah lupa Pagi ini disepuluh februari  Segelintir orang menyatakan sela...